POKJAWASPAI NASIONAL

Membangun Komunikasi, Koordinasi dan Konsultasi

Lt. 8 Gedung Kementerian Agama RI

Pengawas PAI: Berikan Kesamaan Hak Siswa dalam Pembelajaran PAI di Kelas Inklusi

Minggu, 09 Februari 2020 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 282 Kali

Hal ini disampaikan Pengawas PAI Kemenag Kota Semarang (HM Faojin) saat melalukan penilaian dan pembimbingan bagi CPNS Guru Pendidikan Agama Islam di SDN Sawah Besar 01 Kec. Gayamsari Kota Semarang pada hari Senin (3/2) yang lalu. Dimana untuk menduduki jabatan fungsional guru, salah satu syarat diantaranya harus memiliki sertifikat induksi guru pemula. Mereka dibimbing oleh Pengawas dan Kepala Sekolah dan guru senior agar memiliki kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional sesuai dengan tupoksinya.
Pembimbingan guru pemula PAI yang dilakukan oleh pengawas PAI ini meliputi bimbingan perencanaan pembelajaran pelaksanaan kegiatan pembelajaran, penilaian dan evaluasi hasil pembelajaran perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran dan pelaksanaan tugas lain yang relevan. Ditekankan oleh H. Mohammad Faojin bahwa “Para guru harus memberikan hak yang sama bagi semua siswa dalam layanan pembelajaran baik siswa secara umum maupun siswa yang berkebutuhan khusus. Pelaksanaan pembelajaran yang baik haruslah sistematis dan terencana berdasarkan konsep kerjasama dan kemitraan diantara para guru dalam pendekatan pembelajaran profesional”, tambahnya. Hal ini sesuai dengan indikator penilaian guru pemula untuk memberikan layanan yang sama dan tidak membedakan dalam perlakukannya
Dalam penilaian proses pembelajaran guru pemula di SDN Sawah Besar dilaksanakan pada kelas 4 yang diampu oleh Al Anwar, S.PdI selaku guru PAI dan didampingi guru inklusi (Sklera Ratnasari), dimana jenjang tersebut terdapat beberapa siswa inklusi. Mereka belajar bersama-sama anak normal disertai dengan pemberian layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Harapan Kepala SD Negeri Sawah Besar 01 ini ( Lenggang Wahyu Ujianti) “agar semua pihak penyelenggara sekolah inklusif, khususnya di sekolah ini harus mengerti berbagai kondisi kekhususan anak, dan mampu mengindentifikasi kondisi kekhususan kepada anak selama pembelajaran” . Sehingga seorang guru harus mampu menggunakan metode sebaik mungkin guna tercapainya tujuan pembelajaran.
Pada kesempatan model yang digunakan oleh guru Pemula yaitu dengan mengkombinasikan metode Index Card Match dan Role Playing, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan siswa lebih aktif. Sebagai refleksi penilaian menurut Mohammad Faojin, hasil pembelajaran yang dilakukan guru pemula PAI di SDN Sawah Besar ini sangat bagus, menguasai metode dan memahami latar belakang siswa yang sebagian merupakan siswa berkebutuhan khusus (pedagogik), berperiaku dan berkepribadian yang matang dan stabil (kepribadian), berprilaku inklusif,obyektif dan tidak diskriminatif (sosial), menguasai materi (profesional). Harapan kedepan, mudah-mudahan dengan adanya bimbingan dan penilaian bagi Guru Pemula dapat meningkatkan kualitas pendidik yang profesianal, dan berkepribadian baik, sehingga kualitas pendidikan di Indonesia akan meningkat. (faojin/ali anwar)

KOMENTAR

Ali - Minggu, 09 Februari 2020

Alhamdulillah, mudah-mudahan dapat terus memberikan manfaat untuk orang lain Terimakasih Bapak atas bimbingan dan arahannya

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT