POKJAWASPAI NASIONAL

Membangun Komunikasi, Koordinasi dan Konsultasi

Lt. 8 Gedung Kementerian Agama RI

Pokjawas PAI Canangkan Program Ngaji Kyai Sepuh

Sabtu, 28 Maret 2020 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 145 Kali

Pengurus Pokjawas PAI setelah dilantik akhir tahun 2019 oleh Kakankemenag Kota Semarang, kini telah melakukan berbagai terobosan yang sangat strategis dan ditunggu oleh MGMP, KKG, FKG dan para guru PAI. Terobosan diantaranya adalah audiensi dengan Kadinas Pendidikan dan DPRD Kota Semarang tentang solusi permasalahan GPAI dalam menjalankan tugas pokoknya, fasilitasi penyiapan panduan kegiatan Ramadhan 1441 H dan Mengaji Kyai Sepuh.
Mengaji Kyai Sepuh ini menurut Ketua Pokjawas PAI (HM Faojin) sebagai upaya peningkatan kompetensi profesional para GPAI dan pengembangan tugas pengawas di Kota Semarang. "Para GPAI dan pengawas perlu terus terupdate kompetensi profesionalnya sesuai tuntutan dan tantangan zaman". Apalagi sekarang muncul berbagai aliran cenderung radikal dan wawasan kebangsaan yang mulai luntur. Para pengawas dan GPAI menjadi garda terdepan dalam rangka mengurai dan memahamkan secara benar, arif dan bijaksana. Mereka yang mulai tertanam faham radikalisme butuh pendampingan dalam memahami dasar agama yang rahmatan lil alamin. Bukan sebaliknya para pengawas dan GPAI justru terpapar ke dalam radikalisme dan terkikis nasionalismenya".
Dari sinilah harapan Kakankemenag Kota Semarang (H Muh.Habib) para bahwa "para pengawas dan GPAI terus dikembangkan kompetensinya seiring tuntutan jaman". Habib penggilan sapaannya ikut bangga terhadap kinerja Pokjawas PAI yang dinamis dan responsif terhadap tuntutan para GPAI dalam mengembangkan kompetensinya di tengah tuntutan yang terus berkembang, tambahnya.
Untuk Mengaji Kyai Sepuh menurut Nur Sahid yang setiap harinya mengajar di SMK Negeri 4, bahwa di Kota Semarang termasuk banyak diantaranya a) KH. Haris Shodaqah di Ponpes Al Itqon Bugen Tlogosari kajian Tafsir Al Ibriz dan Kitab al Hikam, b) KH Dzikron Abdullah di Ponpes Ad Dainuriyyah Pedurungan, c) KH. Hadlor Ikhsan di Ponpes Nurul Huda Mangkang Kulon, d) KH Mustaghfirin: Kajian Fiqih di Tugurejo, e) KH. Abdul Kholiq, Lc.: Kajian Tafsir Jalalain di masjid Tugurejo, f) KH. Baedlowi Abussomad di Pedurungan dan kyai sepuh lainnya.
Program ini disambut positif oleh banyak guru PAI di berbagai jenjang. Diantara mereka adalah GPAI SMA Negeri 3 (Muslimah) sangat antusias, begitu juga A Fadhol sebagai GPAI SMA 10 yang sekaligus Ketua AGPAII Kota Semarang. Hal senada juga diapresiasikan GPAI SMP Al Azhar 23 (Tohar) dan Khudaifah (GPAI SMP 41) yang ingin sekali bisa segera dilaksanakannya.
Dalam hal ini malah ada beberapa GPAI SD yang sudah ikut mengaji Kyai Sepuh sudah lama karena merasa pentingnya mencari ilmu dan keberkahan. (faojin)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT