POKJAWASPAI NASIONAL

Membangun Komunikasi, Koordinasi dan Konsultasi

Lt. 8 Gedung Kementerian Agama RI

Rakor Pokjawas PAI, Mantapkan Pengawalan Mutu Era Pandemi Covid 19

Jum'at, 31 Juli 2020 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 332 Kali

 

Semarang – Dalam upaya menggerakan semua komponen di Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, menuju kemajuan yang signifikan, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah mengembangkan slogan yang sangat bermakna yakni “Kemenag Jateng Majeng”. Slogan ini sebagai bentuk singkronisasi dengan slogan yang dikembangkan oleh Gubernur Jawa Tengah “Jateng Gayeng”. Hal ini disampaikan oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (Mustain Akhmad) dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI Provinsi Jawa Tengah pada hari Rabu (29/7) di dalam zoom meeting. Menurut beliau Majeng memilki beberapa arti, “pertama majeng artinya maju, terus bertambah dan bertambah. Kinerja sebagai ASN terus maju dan kinerjanya menuju peningkatan. Jangan sama apalagi malah berkurang. Kedua majeng berarti inovasi, melakukan terobosan-kreativitas dalam kehidupannya. Mereka yang melakukan inovasi akan memiliki peran dalam kinerjanya. Ketiga majeng memiliki makna siap bersaing. Para pengawas PAI turun gelanggang mengembangkan keunggulan-keunggulan yang bisa diterapkannya”. Tuntutan Pengawas PAI mampu memberikan pembinaan kepada para GPAI secara terus menerus, sabar, bijak dan memberi keteladanan, sebagaimana yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tutwuri Handayani”, tambahnya.
Rakor yang diikuti oleh 182 peserta tersebut bertugas sebagai host (Didit Ariyanto) koordinator acara (Inung-Siti Nur Hidayati), tilawah (M Mukhlas), moderator (Amin Nurbaedi) dan doa (H Abdullah Afandi) serta penyelaras (Wahid Hasyim). Sebagaimana dalam laporan Ketua Pokjawas PAI (Amir Mahmud) bahwa tujuan kegiatan ini adalah memapankan para pengawas PAI dalam melakukan tugas pengawasan di era normal baru guna mengawal mutu PAI. Hal ini sebagai tindaklanjut dari munculnya Juknis Pembelajaran PAI di sekolah di era new Normal dari Dirjen Pendidikan Islam No. 3451/2020 tertanggal 24 Juni 2020.
Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Kasi Paud TK (H. Moeizzudin), Kabid PAIS Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah (H. Imam Bukhori) dan Ketua Pokjawasnas PAI (Moh Amin) sekaligus memberikan pengarahan . Dimana Imam Bukhori selaku Kabid PAIS mengharapkan para pengawas PAI di Jawa Tengah agar berorientasi pada Renstra Kementerian Agama yang Soleh-Moderat dan Cerdas dan Beliau juga memberi motivasi kepada para pengawas PAI di Jawa Tengah untuk terus meningkatkan prestasi kinerjanya sampai puncak sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Amir Mahmud, Prio dan Yuni yang sedang proses IV D, tekannya.
Dalam melakukan pengawasan bagi pengawas PAI di era normal baru ini dijelaskan oleh Pemateri 1 (Moh. Amin yang juga Ketua Pokjawasnas) bahwa para Pengawas PAI harus tetap mematuhi SKB 4 Menteri dan Juknis Dirjend Pendis No 3451/2020 yang mana pelaksanaan tersebut membutuhkan berbagai adaptasi baik KD esensial, materi esensial, proses pembelajaran daring, sarana-prasarana yang dibutuhkan dan dukungan orang tua. “Namun para pengawas PAI juga harus tetap mengacu pada standar pengawasan sehingga mutu kinerja GPAI dalam memberikan layanan secara maksimal, menyenangkan, adaptif, dan kreatif serta tidak membebani. Selama pelaksanaan tugas pengawasan para Pengawas PAI juga harus mampu menyuguhkan 8 produk yakni 2 program pengawasan, 4 laporan pengawasan dan 2 evaluasi hasil pengawasan, tambahnya.
Selanjutnya pada Pemateri 2 (HM Faojin) yang juga sebagai Wasekjend Pokjawasnas dan Wakil Ketua Pokjawas Prov. Jateng dan Ketua Pokjawas PAI Kota Semarang lebih menekankan pada penyiapan instrument pengawasan PAI di era new normal. Dimana instrumen yang dikembangkan bersifat adaptif daring guna menggali data guru PAI, siswa muslim, perencanaan pembelajaran daring, pelaksanaan pembelajaran daring, dan penilaian daring. Adaptasi instrument ini juga didasarkan pada hasil supervisi pengawasan PAI awal pandemi covid-19 pada akhir tahun kemarin. “Para pengawas PAI masih bisa melakukan adaptasi instrument daring yang disesuaikan dengan kebutuhan dan program yang dikembangkan oleh masing-masing pengawas, imbuhnya.
Insya Allah akan segera dishare oleh Pokjawasnas terkait instrument pengawasan manajerial bagi pengawas PAI di era normal baru dan sekaligus finalisasi Simpinter yang sudah ditunggu oleh para pengawas PAI, smoga. (faojin-inung)

KOMENTAR

Moch. Luthfi - Jum'at, 31 Juli 2020

Super

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT