POKJAWASPAI NASIONAL

Membangun Komunikasi, Koordinasi dan Konsultasi

Lt. 8 Gedung Kementerian Agama RI

Jurnal Pendis

Rabu, 21 Oktober 2020 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 281 Kali

AI MARLINA

Pengawas PAI Kab. Sukabumi

WAGFORM SEBAGAI ALAT EVALUASI PJJ DI SEKOLAH BINAAN

ABSTRAK

            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pelaksanaan evaluasi  Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Sekolah Binaan Kabupaten Sukabumi menggunakan WAGFORM. Aplikasi WhatsApp Group dan Google Form sebagai bagian integral dalam google drive yang dapat  digunakan dalam membatu menggali informasi dan penilaian dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) non tatap muka dengan kelebihan aplikasi online ini yang gratis, murah terjangkau masyarakat, mudah dan praktis dalam penggunaanya serta efektif, efisien diterapkan sebagai salah satu alat evaluasi PJJ pada masa pandemik corona virus disease 2019 (Covid-19) yang sedang melanda tanah air bahkan dunia internasional.

ABSTRACT

This research aims to describe the process and results of the implementation of the Distance Learning (PJJ) evaluation at the target schools in Sukabumi Regency using WAGFORM. WhatsApp Group and Google Form applications as an integral part of Google Drive which can be used to help dig up information and assessments in non-face-to-face Distance Learning (PJJ) with the advantages of this online application which is free, cheap, affordable to the public, easy and practical to use and effective Efficiently applied as one of the tools for evaluating PJJ during the pandemic corona virus disease 2019 (Covid-19) which is currently hitting the country and even internationally.

 

Kata Kunci :

WA group, Google Form, alat evaluasi, Pembelajaran Jarak jauh ( PJJ )

 


PENDAHULUAN

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas pada tahun pelajaran 2020/2021 bagi SMP sekolah binaan kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat khususnya, dan pada beberapa wilayah masih belum menunjukkan kepastian untuk kembali  belajar tatap muka seperti biasanya. Dengan adanya pandemic covid-19 ini memaksa dunia pendidikan untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sebagaimana diatur dengan Surat Edaran Medikbud RI no. 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Pelaksanaan   penyelenggara kegiatan di sekolah perlu dimonitoring dan dievaluasi keberlangsungannya agar terhindar dari hal hal yang berdampak negarif berkepanjangan. Pihak sekolah, pemerintah, masyarakat terus berupaya untuk melakukan persiapan dan pemenuhan persyaratan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas sesuai ketentuan berlaku pada zona hijau dan kuning. Penilaian  tersebut merupakan  bagian yang sangat penting dalam pembelajaran dan pengajaran. Jika pada aspek pembelajaran mempunyai peran yang penting dalam mengembangkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta didik, maka fungsi evaluasi sebagai penyedia informasi untuk menilai kesuksesan belajar sangat dibutuhkan. Kegiatan evaluasi sangar berperan menemukan informasi tentang baik buruknya kegiatan belajar mengajar yang sudah diterapkan.(Saifulloh & Safi’i, 2017).

Sejalan hal tersebut peranan aplikasi Google Formulir sangat membantu para guru dan tenaga pendidik, para pengawas di satuan Pendidikan untuk mengetahui sampai sejauh mana capaian kinerja dan proses pembelajaran yang sudah dilakukan secara otomatis hasilnya dapat dilihat dari spreadsheet. Spreadsheet itu sendiri merupakan table-tabel yang berisi baris dan kolom yang dapat digunakan untuk memanipulasi  serta megatur sebuah data.

Adanya Perubahan pola Masyarakat dalam mengonsumsi berita seiring dengam kemajuan teknologi yang memberikan dampak besar, misalnya mereka lebih senang membaca berita lewat kanal peribadi di media sosial salah satunya grup WhatsApp. (Bafadhal, 2020) Dalam hal ini media yang paling sering digunakan dan lebih populer pada sekolah binaan untuk mewadahi proses alat evaluasi berjalan digunakan grup WhatsApp dan google formulir.

Pada artikel ini, penulis akan mendeskripsikan hasil data empiris tentang WhatsApp Group dan Google form ( WAGFORM) sebagai aplikasi yang dipergunakan untuk alat evaluasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah binaan. Peranan aplikasi itu sangat membantu dalam mengelola informasi terkait pembelajaran jarak jauh yang di laksanakan sekolah binaan SMP kab. Sukabumi  selama pandemic covid-19 dengan judul: “WAGFORM Sebagai Alat Evaluasi PJJ di Sekolah Binaan”.

METODE

Metode Penelitian artikel ini dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan prosentase. Teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara, obeservasi dan studi dokumentasi. Waktu Penelitian mulai  tanggal 16 Maret 2020 sampai 11 September 2020. Objek penelitian pada penulisan ini adalah di sekolah binaan jenjang SMP di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2020/2021. Populasi penelitian sejumlah 16 sekolah binaan yang berada di wilayah  Kecamatan Cikidang, Bojonggenteng, Parungkuda, Cicurug dan Cibadak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Metode penelitian deskriptif kuantitatif  digunakan pada penulisan ini untuk menggambarkan data nilai variable independent tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan variable satu dengan variable lainnya. Adapun metode angket yang digunakan diarahkan untuk mengetahui dan mempelajari data dari sampel yang diambil dari populasi, agar diperolehnya data atau informasi kejadian-kejadian relatif, distribusi, serta hubungan-hubungan antar variable.(Sugiyono, 2016)

Tahapan penelitian penulis dalam mendeskripsikan Whatsapp group dan Google form (WAGFORM) sebagai alat evaluasi dalam pembelajaran jarak jauh di sekolah binaan  melalui tiga tahapan, yakni sebagai berikut: Pertama, tahap Perencanaan di mulai pada pertengahan bulan Maret 2020 dengan mengidentifikasi rumusan permasalahan yang diperoleh dalam kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh di sekolah binaan.  Kedua, tahap pelaksanaan yang selanjutnya dicari beberapa alternative untuk mencari solusi dalam menjawab rumusan masalah, dengan menggunakan alat evaluasi tertentu dari aplikasi yang biasa digunakan oleh sekolah binaan yaitu Whatsapp group dan  Google form disingkat dalam istilah penulisan ini dengan Wagform. Hal ini sejalan dengan pemikiran bahwa jika pertanyaan yang muncul atas masalah yang ada, maka perlu dijawab dan dikaji secara ilmiah (Muri Yusuf, 2017) hasil penggalian data dengan survey atau angket, wawancara dan studi dokumentasi serta observasi, dan ketiga tahap evaluasi dan kesimpulan.

HASIL PEMBAHASAN

Pada masa pembelajaran pandemik  corona virus disease 2019 ini sudah berlangsung sejak bulan Maret 2020 memberikan dampak yang luas dalam kehidupan dunia, salah satunya berdampak  pada dunia Pendidikan di mana proses pembelajaran tatap muka yang biasa dilakukan di kelas beralih dengan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) atau belajar dari rumah (BDR) dengan adanya relaksasi penggunaan  kurikulum 2013, kurikulum darurat atau yang disederhanakan mandiri okeh satuan pendidikan.

WhatsApp group dan Google form merupakan salah satu alternative solusi yang digunakan berupa aplikasi pesan pada smartphone yang berfungsi sama dengan aplikasi sms pada ponsel lama yang cara kerjanya tidak membutuhkan pulsa melainkan dengan sambungan internet. (darmawan D. ) Panjang pendeknya karakter tidak berpengaruh selama data internet memadai, dengan fitur- fitur yang lengkap, antara lain: mengirim langsung foto dari kamera, video, audio, lokasi, kontak, pengelolaan berkas, galeri. Hal tersebut WhatsApp sudah dikenal luas potensinya di dunia Pendidikan (Ketut Suardika et al., 2020) 

Hasil perolehan data empiris bahwapPenggunaan media sosial seperti whatsapp grup (WAG) lebih banyak digunakan oleh pengawas, guru dan siswa di sekolah binaan SMP kabupaten Sukabumi sebanyak 100% dari 28 responden. Hal ini menjadi alasan penting penulis mengangkat peran whatsapp grup dalam PJJ. Penggunaan whatsapp grup  siswa dapat berinteraksi dengan teman sekelas dan guru, memberikan komentar, menanggapi komentar yang dikirim oleh orang lain, memposting materi pembelajaran atau link materi pembelajaran, foto, video dan suara.(Ketut Suardika et al., 2020)

Teknik  aplikasi WAG yang digunakan pada saat Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ)  pada sekolah binaan SMP dengan membuat group kelas yang diatur oleh wali kelas sebagai admin, guru mata pelajaran memanfaatkan media ini bahkan orang tua dapat mendampingi karena aplikasi dianggap mudah, enomis praktis dan cukup efektif. Hasil data empiris penelitian ditunjukkan dengan Google form sebagai berikut berikut:

Gambar 1. Prosentase Penggunaan Media social WhatsApp grup pada PJJ masa pandemic covid-19

 

Penilaian adalah bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dalam pembelajaran. Jika pembelajaran mempunyai peran yang penting dalam mengembangkan sikap spiritual, social, pengetahuan dan keterampilan siswa, maka fungsi evaluasi sebagai penyedia informasi untuk menilai kesuksesan belajar sangat dibutuhkan(Solichin, 2007).

Dalam kegiatan kepengawasan terhadap proses pembelajaran jarak jauh dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dengan menggunakan WAG dan Google form (WAGFORM) penulis lakukan karena di sesuaikna dengan kondisi di daerah kabupaten sukabumi yang beragam topografinya

Google form merupakan bagian layanan dari aplikasi Google yang memungkinkan untuk mengumpulkan informasi dari pengguna melalaui survey, tanya jawab dengan fitur formulir online yang dapat di-customisasi sesuai dengan kebutuhan Google form. Informasi yang diperoleh dalam Google form secara otomatis dikumpulkan dalam spreadsheet. Data tersebut kemudian akan tersimpan dalam google drive secara otomatis dan tidak akan hilang atau rusak.

Cara membuat Google form melalui Langkah membuka aplikasi pada google drive, memiliki akun Gmail, memilih templet, mengisi judul formulir, dan deskripsi judul, mengelola tema, membuat pertanyaan, dan mengirim link atau pengturan sesuai kebutuhan.  

Berikut ini hasil data tentang efektivitas penggunaan google form. Berdasarkan hasil penelitian penulis pada umumnya Guru di SMP Binaan  lebih banyak menyusun sebuah alat penilaian berupa survey atau angket, kuis dengan bantuan google formulir karena ini merupakan aplikasi gratis, praktis, dan  ekonomis.  Bagi guru aplikasi ini dianggap mudah penggunaannya mudah, simpel serta dalam merancangnya sebuah alat evaluasi di satuan Pendidikan (Marla Mallette, 2020).

Gambar 2.    Prosentase efektivitas Penggunaan Google form sebagai alat evaluasi proses pembelajaran siswa jarak jauh.      

 

Adanya masa Pandemi Corona Virus Disease (covid-19) maka setelah terbitnya Keputusan Bersama 4 menteri RI, Kemudian  dengan adanya surat edaran Mendikbud RI nomor 2 da 3 Tahun 2020 tentang Pembelajaran secara daring (dalam jaringan)  dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan virus corona Disease 2019 masih tetap berlaku bagi zona hijau dan kuning dengan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat.

Untuk mengevaluasi pembelajaran, hasil penelitian secara empiris diperoleh data dari spreadsheet terbanyak sebanyak 92,9 % menggunakan WhatsApp grup, artinya berdasarkan data empiris bahwa penggunaan aplikasi WAG pada pembelajaran jarak jauh mengindikasikan bahwa aplikasi ini paling tinggi atau selalu digunakan dengan menunjukkan hasil terbanyak. Dan selanjutnya pada urutan kedua adalah google form (28,6%) di samping Fb sebanyak (3,6 %), quipper  sebanyak (3,6 %), google classroom (14,3 %),  quizizz (7,1 %), tatap muka singkat dengan aplikasi zoom meeting, Teams dan google meet masing-masing sebanyak (3,6 %) artinya sangat sedikit dibandingkan penggunaan WAGFORM (WhatsApp group dan Google Form) ini pun sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya.(Ketut Suardika et al., 2020)

Gambar 3. Aplikasi yang selalu digunakan sebagai alat evaluasi PJJ tahun 2020 pada SMP Binaan Kabupaten Sukabumi.

            Selanjutnya untuk mengetahui rincian keefektifan hasil yang diperoleh dalam  proses pelaksanaan evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) dengan aplikasi WhatsApp Group di sekolah binaan kabupaten Sukabumi  menujukkan sebagian besar menyatakan efektif (67,9%), sedangkan yang menyatakan kurang efektif hamper sepertiganya yakni 32,1 % menyatakan kurang efektif. Dari data tersebut  jelaskah bahwa WAG masih banyak diminati untuk alat Menyusun evaluasi pada umumnya. Berikut ini gambaran tentang keefektifan WhatsApp Group (WAG) sebagai alat evaluasi pembelajaran jarak jauh.

Gambar 4. WAG cukup efektif sebagai alat evaluai PJJ

            Selanjutnya untuk mengetahui apakah alasan proses pelaksanaan evaluasi PJJ di sekolah Binaan SMP dalam menggunakan google form ternyata sama meberikan hasil cukup efektif (53,6%) dan yang menyatakan sangat efektif Sebagian kecil (7,1 %) dan yang menyatakan kurang efektif (39,3%), ini mengisyaratkan ada faktor lain untuk memberikan pemenuhan kepuasan terhadap pengguna yaitu guru dalam melaksanakan evaluasi proses pembelajaran PJJ atau non tatap muka.

            Penulis dalam hal ini menggunakan google form untuk mengetahui antusiasme peserta didik terhadap penggunaan WAGFORM dalam pembelajaran jarak jauh di sekolah binaan, ternyata respon para guru sebagian besar menyatakan kurang antusias yakni (75%), Sebagian kecil merasa  sangat antusias (17,9 %), dan yang paling rendah menyatakan kurang antusias (7,1%).

            Penggunaan WAG sebagai alat untuk mengetahui partisipasi siswa dalam Pembelajaran Jarak jauh dapat dilihat sebanyak 53,6 % mentarakan rata-rata tingkat partisipasi peserta didik sebanyak 50-75% ( sedang), sedangkan rata-rata partisipasi 76-100% hanya Sebagian kecil yakni 21,4% dan partisipasi siswa rerata 76-100% hanya 25% saja. Untuk mengetahui penggunaan WA group dan Google Form bagi siswa dan guru berdasarkan aspek efisiensi pada umumnya sebagian besar 82,1% menyatakan murah dan terjangkau, sedangkan yang menyatakan cukup mahal 14,3% dan sangat sedikit menyatakan sangat mahal 3,6%, hal tersebut seperti ditunjukkan data empiris pada gambar 5.

Gambar 5 Efisiensi Penggunaan aplikasi WAGFORM

               

Pada gambar 6. Mendeskripsikan untuk mengetahui tingkat kerumitan sebagai aspek bidang teknologi, aplikasi WAGFORM bagi sisswa dan guru sebagai alat evaluasi sangat mudah dan praktis untuk digunakan pada proses pembelajaran jarak jauh yakni paling tinggi 89,3%  dan hanya sedikit sekali yang menyatakan rumit (10,7%).

Gambar 6. Tingkat kerumitan teknologi aplikasi WAGFORM

            Gambaran umum dari hasil penelaahan studi lapangan observasi, dokumen dan pendapat dari hasil wawancara angket diperoleh hasil bahwa WAGFOM sebagai alat evaluasi sangat berperan penting dan paing mudah, praktis, efektif memberikan dampak hasil dalam pembelajaran jarak jauh, dan perlu memberikan tambahan untuk alternative lain sebagaimana pembelajaran tatap muka perlu diberikan penguatan dan motivasi, antusiasme dalam variasi memberikan strategi yang tepat yang dapat dijangkau oleh semua guru dan peserta didik pada sekolah binaan SMP kabupaten sukabumi khususnyadan umumnya semua jenjang di seluruh tanah air yang sedang berada di masa pandemic covid-19 dengan cara fasilitas PJJ lebih dimaksaimalkan, protocol Kesehatan dan keselamatan lebih disiplin diterapkan sehingga pencegahan tertular atau terpaparnya virus corona ini akan cepat berakhir. Selanjutnya dukungan orang tua sangat mendukung dengan penggunaan WAGFORM ini sebagai salah satu aplikasi yang dapat diandalkan dalam membantu para guru dan stakeholder dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara cepat dan praktis ekonomis pada masa penggunaan kurikulum darurat pandemic covid-19.

SIMPULAN

Tidak ada aplikasi yang sempurna, yang ada guru perlu variatif dalam memilih strategi yang sesuai dengan karakteristiknya kelemahan dan kelebihan, kondisi satuan pendidikan, serta inovatif dan kreatif memberikan perhatian, motivasi, pelatihan dan peningkatan kompetensi di bidang IT untuk lebih terampil, kesabaran serta kepedulian dalam memberikan dampak pengalaman yang bermakna bagi masyarakat, pemerintah, pengawas, kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik, serta para orang tua/ komite dalam menyikapi proses Pembelajaran  Jarak Jauh peserta didik pada masa pandemic dengan prinsip-prinsip yang lebih sederhana, menyenagkan, berbobot, massif, ekonomis, mudah dan praktis, karena teknologi tidak dapat menggantikan posisi guru, sehingga kelemahan dalam PJJ banyak terkendala sinyal, faktor ekonomi, dan budaya, pengetahuan dan Pendidikan masyarakat perlu mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak dan pemerintah.

Harapan lainnya dari para orang tua dan guru yang menginginkan kembali pembelajaran tatap muka secara normal karena dirasa pembelajaran online masih belum optimal, fasilitasi pembelajaran yang dimiliki kurang memadai untuk pembelajaran PJJ dan para siswa cenderung Sebagian besar kurang antusias. Di sisi lain penggunaan aplikasi WAGFORM masih mendapat perhatian dan respon yang besar sebagai alat evaluasi yang akurat dibandingkan dengan aplikasi lainnya yang berkembang di sekolah binaan. Perlu adanya penguatan dan kerja sama orang tua dan pihak sekolah yang efektif dalam meberikan layanan strategi baik proses pembelajaran dan evaluasinya terhadap capaian tujuan Pendidikan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Bafadhal, O. M. (2020). Jurnal Komunikasi Indonesia (/ journal / 56192 ). Jurnal Komunikasi Indonesia, V, 1–2. https://booksc.xyz/book/75144710/cd1b15

Ketut Suardika, I., Alberth, Mursalim, iam, Suhartini, L., & Nikolaus Pasassung. (2020). Using WhatsApp for teaching a course on the education profession: Presence, community and learning. International Journal of Mobile and Blended Learning, 12(1), 17–32. https://doi.org/10.4018/IJMBL.2020010102

Marla Mallette, D. B. (2020). on Using Google Form. By Educators, for Educator, 1–2. https://booksc.xyz

Muri Yusuf. (2017). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Kencana.

Saifulloh, A., & Safi’i, I. (2017). Evaluasi Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama. Educan, 01(01), 61–73.

Solichin, M. M. (2007). Pengembangan Evaluasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Ranah Afektif. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1). https://doi.org/10.19105/jpi.v2i1.210

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. Pandiva Buku.

 

 

 

KOMENTAR

Ade ahmad Jidayat - Kamis, 22 Oktober 2020

Semangat dan terus berkarya bu Hj

KOMENTARI TULISAN INI